Field Report Pra 2 PKMPB Biologi 2018
Pada hari ini, 28 Oktober 2018 saya menghadiri kegiatan Pra 2 PKMPB 2018, ini artinya hanya butuh 2 tahap lagi saya dapat menyelesaikan rangkaian acara PKMPB Biologi ini, yaitu PKMPB 3 (acara puncak) dan Pasca PKMPB. Hari ini saya tiba di UNJ pukul 6.30 pagi, karena belum sarapan, saya memutuskan untuk pergi ke jalan daksinapati barat untuk membeli lauk untuk sarapan dan makan siang, setelah itu saya brkumpul dengan kelompok saya yaitu kelompok abu-abu di depan Bakhum, kami sarapan dan mengecek ulang atribut kami. Kemudian kami berjalan ke Gedung Dewi Sartika untuk melakukan check point. Setelah diberitahu bahwa waktu kedatangan kami 7.08 WIB kami dipersilakan untuk sholat dhuha terlebih dahulu di masjid MNI, lalu kami melakukan presensi di GDS lantai 10, dan memasuki ruangan 15, tempat acara akan berlangsung. Setelah duduk dibarisan kami dipersilkan untuk sarapan apabila belum sempat sarapan tadi pagi, dan panitia mengumpulkan penugasan essay yang telah kami kerjakan.
Tepat pukul 8.00 WIB acara PKKMB dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara yaitu Kak Tasya dan Kak TJ, dialnjutkan dengan tilawh oleh salah satu peserta, yaitu Hudzaifah dan selanjutnya kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Lagu Totalitas Perjuangan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelksna acara PKMPB Biologi 2018, yaitu Kak Ghesang, Kak Ghesang menyampaikan tema yang diangkat dari PKMPB kali ini, yaitu BAIK ( berani, aktif, inovatif, dan kontributif) dan mengingatkan untuk meluruskan niat kami datang ke kegiatan PKMPB semata-mata untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin di masa yang akan datang.
Dilanjutkan dengan penyampaian Materi I : Mekanisme pemilu yang di moderatori oleh Kak Fira Tafrijiyyah dengan pematerinya Kak Devie Amalia Lestari, Materi yang disampaikan adalah sebagai berikut,
Pemilu di UNJ dilakukan untuk regenerasi kepemimpinan dan sebagai bentuk nyata dari demokrasi. Menurut PO UNJ No.03 Tahun 2016 tentang Pileks, pemilihan Umum UNJ adalah sarana suksesi OPMAWA UNJ yang dilakukan pada akhir kepengurusan OPMAWA pada waktu dan tempat yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Pemilu UNJ serta sarana pelaksana kedaulatan Mahasiswa UNJ.
Landasan penyelenggaraan pemilu terdiri dari:
1.
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga UNJ
2.
PO UNJ No. 03 Tahun 2016 Tentang Pemilu Eksekutif
3.
PO UNJ No. 04 Tahun 2017 Tentang Pemilu Legislatif
Asas pemilu UNJ itu harus LUBER JUDIL ( Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) :
1.
Langsung, jadi tidak boleh ada yang mewakili saat pemilihan umum.
2.
Umum, jadi semua orang boleh ikut, boleh memilih.
3.
Bebas, jadi semua yang memilih tanpa paksaan/ tanpa tekanan.
4.
Rahasia, jadi surat suara bersifat rahasia, hanya diri sendiri yang tahu memilih siapa.
5.
Jujur, tidak boleh curang dalam melaksanakan pemilu, baik panitia maupun pemilih.
6.
Adil, harus sesuai pada tempatnya, dan ketika ada kasus, semua harus diseleseikan secara adil.
Penyelenggaraan pemilu terdapat 2 jenis, yaitu :
1.
Pemilu Legislatif, anggota MTM, anggota BPM, anggota LLM
2.
Pemilu eksekutif, ketua dan wakil ketua BEM UNJ, ketua BEM Fakultas, ketua BEM Prodi
Perangkat Pemilu :
1.
DKPP UNJ
Lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik
penyelenggaraan Pemilu UNJ dan Sengketa Pemilu UNJ yg tidak dapat
diselesaikan PANWASLU.
Terdiri dari :
1)
Ketua MTM/ utusan pengganti Ketua MTM UNJ
2)
Ketua BEM/ utusan pengganti Ketua BEM UNJ
3)
Mahasiswa Umum
2.
Panwaslu UNJ
Panitia yang dibentuk Lembaga Legislatif yang bertugas untuk mengawasi jalannya Pemilu UNJ sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di UNJ.
Keanggotaan Panwaslu
1)
Panwaslu Pusat: 2 orang perwakilan dari setiap fraksi di MTM
2)
Panwaslu Fakultas: 1 orang perwakilan dari setiap prodi di BPM
3)
Panwaslu Prodi: 1 orang dari LLMP
3.
KPU UNJ
Panitia yang menyelenggarakan Pemilu UNJ baik KPU tingkat Pusat dan KPU tingkat daerah (Fakultas maupun Prodi). Bertugas menyelenggarakan Pemilu di tingkatannya.
Tahapan Penyelenggaraan Pemilu
1)
Pembentukan Pansel (panitia seleksi untuk memilih ketua KPU, kepanitiaan terdiri dari ketua BEM, ketua LLM, dan mantan ketua KPU)
2)
Pembentukan DKPP dan ketua DKPP
3)
Pembentukan Panwaslu dan ketua Panwaslu
4)
Pemilihan Ketua KPU
5)
Pembentukan Panitia KPU
6)
Pembekalan untuk penyelenggaraan Pemilu UNJ
7)
Pendaftaran Peserta Pemilu
8)
Masa Kampanye
9)
Masa Tenang
10)
Pemungutan dan Perhitungan Suara
11)
Masa Pendaftaran Utusan Daerah
12)
Masa Pengaduan Sengketa Hasil Perhitungan Suara
13)
Penetapan Hasil Pemilu
Laporan Pelanggaran
1)
Pelanggaran Kode Etik (Akan diteruskan ke DKPP)
2)
Pelanggaran Administrasi (Diteruskan kepada KPU)
3)
Sengketa Pemilu (Diselesaikan oleh Panwaslu )
4)
Tindak Pidana Pemilu (Diteruskan ke pihak berwenang )
Sanksi pelanggaran
1)
Denda 250K – 2.500K
2)
Pemotongan suara (bagi peserta pemilu)
3)
Pencabutan Hak Pilih selama 1 Tahun
4)
Dikeluarkan dari Panitia Penyelenggaraan Pemilu
5)
Dikeluarkan dari OPMAWA
Setelah materi, diadakan beberapa sesi pertannyaan seputar mekanisme pemilu.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan ice breaking, dan dilanjutkan Materi II : Public Speaking yang di moderator oleh Kak Rahadian Ajeng Saraswati dan pematerinya adalah Kak M.Yan Handoko atau bisa dipanggil Kak Koko dari prodi ilkom, Berikut adalah materi yang disampaikan oleh Kak Koko,
Kata adalah senjata. Karena dari perkataan itu, dapat mempengaruhi setiap orang, dan tergantung siapa yang menggunakannya. Kalau yang menggunakannya adalah orang baik/bijak, maka perkataan itu sebagai senjata positif yang bermanfaat. Begitupun sebaliknya, jika perkataan digunakan oleh orang tidak baik, maka perkataan itulah yang menjadi senjata yang menimbulkan keburukan dimana-mana. Semua masalah berawal dari komunikasi, dan dengan komunikasi semua masalah bisa diatasi. Sama seperti pernyataan diatas, jadi tergantung orang yang menggunakannya, baik atau buruk.
Tingkatan proses komunikasi, yaitu :
1.
Komunikasi intra pribadi
2.
Komunikasi antar pribadi
3.
Komunikasi dalam kelompok
4.
Komunikasi antar kelompok
5.
Komunikasi organisasi
6.
Komunikasi masyarakat luas
Tujuan
•
Menyampaikan pesan ke audience
•
Menghibur audience
•
Mempengaruhi audience
‘’ Nobodyis Born Speaker ‘’
Kemampuan berbicara didaptakan dengan latihan dan berdoa.
The Public Relationship
1.
Mengetahui diri sendiri
2.
Mengetahui audience
3.
Mengetahui materi
4.
Persiapan
5.
Latihan/praktek
6.
Penampilan
Setelah Kak Koko menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan dilanjutkan dengan simulasi pubic speaking oleh peserta, semua peserta dipersilakan untuk menyiapkan materi selama 3 menit, menutup mata dan membayangkan sedang berbicara didepan banyak orang, setelah simulasi, Kak Handoko meminta peserta untuk maju ke depan untuk melakukan public speaking, peserta yang bersedia maju yaitu Gempa dan David.
Setelah mendapat 2 materi, acara selanjutnya adalah sosialisasi penugasan yang dibacakan oleh Kak Shafira, dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan. Setelah selesai ishoma tepat pukul 12.40 WIB kami mendapatkan Materi III : Kesekretariatan yang dimoderatori oleh Kak Fani Indah Putri dan pematerinya Kak Dini Rahayu selaku secretariat umum BEMP Pendidikan Biologi (2018-2019). Sebelum mendapat materi kami dipersilakan untuk menjawab 2 soal dan diperbolehkan untuk membuka gawai kami, setelah itu kami diberikan 4 lembar hvs dan diarahkan untuk membuat masing-masing 2 surat resmi tiap kelompok kecil. Lalu kami mendapatkan banyak materi tentang kesekretariatan, mengetahui kesalahan kami dalam pembuatan surat yang baru saja kami buat. Meteri tersebut adalah sebagai berikut,
Sekretaris : orang yang bertugas
Kesekretariatan : prosesnya
Sekretariat : tempatnya
Kesekretariatan
1)
Proposal
2)
Laporan Pertanggung Jawaban
3)
Rancangan Kegiatan
4)
Laporan Kegiatan
Surat resmi
Surat resmi adalah surat yang dibuat oleh suatu organisasi, lembaga.
Bagian dari surat resmi :
1)
Kepala surat
2)
Tanggal
3)
Nomor surat
4)
Lampiran
5)
Perihal
6)
Tujuan
7)
Isi
8)
Penutup
9)
Ttd
Format penulisan : Font huruf Times New Roman, size 12,ukuran kertas A4, spasi 1,5, margin 2,5 , 2,5 , 2,5 , 2,5 , rata kanan dan kiri.
Cara penulisan yang benar :
1)
Kop surat diletakkan di bagian atas. Tgl, bulan, tahun ditulis dipojok kanan atas, dibawah kop surat
2)
No. Surat
Nomor/instansi.kode pembuat surat/nama kegiatan/Hal/bulan/tahun
Nama instansi : menunjukkan instansi pembuat surat
Kode perihal : prm, pmj, pmb, und, tgs, ket, rek, sp, dsp
3)
Lampiran surat
Diletakkan di bawah nomor surat
4)
Tujuan surat
Diletakkan di bawah nomor, lampiran, perihal surat berisikan kepada siapa surat ini ditujukan
5)
Isi surat
- Bagian inti yang menjelaskan kegiatan apa yang akan diselenggarakan, siapa, kapan, dan dimana kegiatan itu.
- Nama kegiatan dan instansi di bold.
6)
TTD
Disusun dari sebelah kanan ke kiri dengan jabatan terendah ke tinggi.
Proposal
Susunan proposal :
1)
Halaman latar : nama kegiatan, logo, instansi
2)
Lembar pengesahan
3)
Pendahuluan : latar belakang, tujuan
4)
Tujuan : di ketik dalam bentuk point-point tujuan dilaksanakannya kegiatan
5)
Nama kegiatan
6)
Tema kegiatan
7)
Sasaran kegiatan
8)
Deskripsi kegiatan
9)
Susunan acara
10)
Anggaran dana
11)
Susunan panitia
12)
Penutup
Setelah materi selesai, dilakukan evaluasi untuk hari ini, dan atribut peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan agenda kumpul bersama masing-masing fasil kelompok kecil, kami membicarakan kabar danus, membahas tugas pra 1 PKMPB dan tugas yang baru diberikan hari ini juga sharing-sharing. Setelah itu acara ditutup dan kami dipersilakan pulang pada pukul 15.10 WIB.
#PemimpinMudaBermartabat
(IngeOktaviantiFabian_Kelompok Abu-Abu_PKMPBIOLOGI2018)